Minggu, 14 April 2013

Sahabat bukan sekedar teman

Saya pernah mendapat nasihat ; ''anak muda, kamu bisa melakukan kesalahan
saat memilih sahabat. Tapi, kamu tak boleh
melakukan kesalahan kala meninggalkan sahabat.''

Jujur kawan, saya banyak kenalan atau bisa dikatakan teman, tapi hanya beberapa saja yang saya jadikan sahabat....
Yah, teman itu beda dengan sahabat, setidaknya itu menurut persepsi saya.
Teman itu pengertiannya lebih luas dan terkotak-kotak. Bukankah ada istilah ; teman sepermainan, teman nongkrong, teman sekantor, teman sekolah, teman bersama ketika bolos sekolah. Nah loh :D??
Satu lagi bukti shohihnya; di facebook adanya -tambahkan sebagai teman/konfirmasi pertemanan-...

Minggu, 07 April 2013

Riwayat 3 sekawan

Cerita ini berawal saat saya pulang kampung satu tahun yang lalu, kebetulan saat itu sedang musim buah-buahan, ah beruntung sekali diri ini pikir saya saat itu. Suatu pagi bapak mengajak saya menjenguk tiga sekawan yang tinggal di kebun kami dipinggiran desa. Mereka sekarang sangat ramah, dan menghibahkan apa yang mereka punya kepada siapapun yang bertandang. Tentu tidak lupa kami berbekal beberapa karung untuk membawa pulang oleh-oleh dari mereka nanti.
Oh ya saya lupa mengenalkan mereka padamu kawan...
Yang paling besar dari tiga sekawan ini bernama Durio Zibethinus, badannya sangat kekar, seterek lah istilahnya, lengan berotot, kakinya perkasa menghunjam bumi, posturnya tinggi menjulang, kurang lebih seperti raksasa, dari kejauhan saja orang-orang dapat melihat dan tentu saja mengenalinya.

Sabtu, 06 April 2013

Dan tinta inipun mencair, dan cinta itupun mengalir

Siang yang pengap, udara Jakarta terasa kelat...

Kawan, ini adalah tulisan pertama saya setelah vakum hampir satu tahun, tak tau kenapa setiap kali ingin menulis, otak seperti buntu, padahal sebelumnya kata-perkata sudah berseliweran di kepala, kalimat-perkalimat berdesing-desing di Tol khayal saya, tapi tetap saja setiap mau memulai menarahkan satu huruf, tiba-tiba tinta seperti beku, alhasil... Pusssss... apa tadi yang ada di kepala semuanya menguap, seperti es batu ditaruh di aspal pada siang hari, atau seperti kerupuk dihadapkan ke kipas angin.
Nah, entah kenapa siang ini keinginan mencoret-coret saya begitu kuat, disamping itu saya kasihan pada blog saya ini sudah lama sekali terlantar, tak pernah lagi disapa, ia seperti telah menjadi yatim-piatu.