Minggu, 14 April 2013

Sahabat bukan sekedar teman

Saya pernah mendapat nasihat ; ''anak muda, kamu bisa melakukan kesalahan
saat memilih sahabat. Tapi, kamu tak boleh
melakukan kesalahan kala meninggalkan sahabat.''

Jujur kawan, saya banyak kenalan atau bisa dikatakan teman, tapi hanya beberapa saja yang saya jadikan sahabat....
Yah, teman itu beda dengan sahabat, setidaknya itu menurut persepsi saya.
Teman itu pengertiannya lebih luas dan terkotak-kotak. Bukankah ada istilah ; teman sepermainan, teman nongkrong, teman sekantor, teman sekolah, teman bersama ketika bolos sekolah. Nah loh :D??
Satu lagi bukti shohihnya; di facebook adanya -tambahkan sebagai teman/konfirmasi pertemanan-...

Bukan -tambahkan sebagai sahabat/konfirmasi persahabatan-..
Teman juga gak harus berwujud manusia, contoh; malam semakin larut dan dingin, aku masih berkutat didepan layar komputer diTEMANi secangkir kopi.. Atau lebih parahnya; disini aku duduk sendiri hanya diTEMANi sepi dan deburan ombak...(katanya sendiri, tapi ada temannya,,, bingung juga ya ?¿)
Bisa dikatakan, teman didapat tanpa proses yang panjang. Bisa disebabkan perkenalan, atau kesamaan hobi dan favorite.. Sebagai contoh: hobi saya sepakbola, Real Madrid club favorite saya,, jadi siapapun yang memfavoritekan Real Madrid, berarti teman saya.. Simple kan :D...

Tapi bisa saja teman akan bermuara pada sahabat, tergantung tebal-tipisnya dompet.. Jiaahhhh ngawurr..:D
Adapun Sahabat; Adalah dia yang benar-benar dipilih oleh hati kita berdasarkan keikhlasan dirinya dalam menerima kita apa adanya, dia yang mengenal kita dalam jangka waktu yang panjang.
Tak ada tembok kesungkanan yang membatasi, kita dengan mudah menonjok bahunya atau memukul guling dan bantal ke tubuhnya *anarkis ya.. :D, ya gak juga sih, pokoknya dengan sahabat semua mengalir begitu saja, tak ada sampah yang tersendat, seperti pintu air manggarai yang belum di cek pak Jokowi.. *jiahhh ngawur lagi, serius oy serius...
Oke, walaupun sahabat itu dekat, lekat, lengket dan menempel, bukan berarti sahabat itu harus kepo, setiap orang punya rahasia sendiri.. Dan saling menghormati itulah sahabat.
Dan juga, meskipun sering makan bersama, tapi menu berbeda itu biasa, karena soal rasa lidah tidak bisa bohong..*mie indomie kaleee..
Meskipun sering pergi bersama, style beda itu biasa, karena soal gaya, hati tidak sama.. Saling menghormati itulah sahabat..
Sahabat itu berani memarahi saat kita memang bersalah, tapi tentu saja dengan tangga suara puteri keraton Jogja.. Hihi..
Sahabat itu ibaratkan tangan dan mata, jika tangan sakit maka mata akan menangis..Jika mata menangis maka tangan yang akan menghapus air yg meleleh itu..
Ada pepatah mesir kuno begini bunyinya: '' Sahabat akan menepuk pundakmu saat kau sukses, dan akan menepuk jidatnya saat kau jatuh''
Sebagai manusia yang baik, soleh, rajin, mudah senyum, pintar menabung.. Jiahh apa hubungannya?? Haha pokoknya intinya baik atau berusaha ingin jadi baik, kita harus harus selektif dalam memilih sahabat,, maka pilihlah sahabat yang membawa kita kepada kebaikan di dunia dan keberuntungan di akhirat.. Amiiiinn..

Begitulah kawan, bedanya sahabat dan teman menurut kacamata minus saya..@_@
Nah kalau 'kawan', itu masuk bagian mana ya? Sahabat atau teman??

Tidak ada komentar: