Cerita ini berawal saat saya pulang kampung satu tahun yang lalu, kebetulan saat itu sedang musim buah-buahan, ah beruntung sekali diri ini pikir saya saat itu. Suatu pagi bapak mengajak saya menjenguk tiga sekawan yang tinggal di kebun kami dipinggiran desa. Mereka sekarang sangat ramah, dan menghibahkan apa yang mereka punya kepada siapapun yang bertandang. Tentu tidak lupa kami berbekal beberapa karung untuk membawa pulang oleh-oleh dari mereka nanti.
Oh ya saya lupa mengenalkan mereka padamu kawan...
Yang paling besar dari tiga sekawan ini bernama Durio Zibethinus, badannya sangat kekar, seterek lah istilahnya, lengan berotot, kakinya perkasa menghunjam bumi, posturnya tinggi menjulang, kurang lebih seperti raksasa, dari kejauhan saja orang-orang dapat melihat dan tentu saja mengenalinya.
Nomor dua dari tiga sekawan ini bernama Garcinia Mangostana, nah ciri khas yang nomor dua ini adalah kekuatan jasadnya, tubuhnya sangat liat, posturnya sangat atletis, ideal. Jangan pernah berkhayal ingin mematahkan salah satu anggota tubuhnya atau jemarinya saja, bayangkan kawan, jemarinya saja; dengan kedua tanganmu kawan, hingga tanganmu cedera, dia tak akan merasakan apa-apa, melintirpun tidak.
Nah anggota terakhir dari tiga sekawan ini bernama : Lansium Domesticum, ia inilah yang paling sederhana dari dua kawannya diatas, atau bisa dikatakan paling lemah.. Gampang juga terkena sakit, posturnya pun biasa saja, dan rapuh,..
Nah kawan, setelah engkau mengenali nama mereka, pasti terlintas di benakmu akan susah mengingat dan melafalkan nama-nama tersebut, oleh karena itu orang-orang di kampungku memanggil nama-nama mereka dengan : Durian, Manggis, dan Duku...!!
(serius amat sih bacanya :D)
Sudah jadi satu kelaziman di kampungku, orang-orang selalu menyatukan tiga tanaman ini dalam satu kebun buah. Dimana ada pohon durian disana pasti ada pohon duku dan manggis, dimana ada pohon duku, disana mestinya ada pohon durian dan manggis. Begitu pula sebaliknya. Mereka tidak bisa dipisahkan, mereka serangkai, dan mereka adalah tiga sekawan..!!
Kembali ke cerita saya dan bapak saya yang ingin menjenguk mereka. Sesampainya kami di sana, kami disambut dengan kemuningnya buah duku dan merahnya buah manggis, dan dihidangkan buah durian yang tergolek manja di bawah pohonnya. Benar-benar dermawan mereka ya :D...
Dalam dekapan sepoinya angin, sambil menunggu durian jatuh, bapak menoleh kepadaku seraya berkata '' bujang, coba kau perhatikan ketiga buahan ini,
buah durian, lihat buah durian yang rupanya mengerikan ini, kulitnya berduri-duri, tertusuk sedikit saja berdarahlah tangan.. coba bayangkan orang yang pertama kali menjumpai buah ini, dipikirannya mesti menyangka isi buah ini pahit, keras, dan beracun..padahal sebaliknya...
nah, sekarang lihat buah manggis ini bujang, dengan mudah orang membedakan mana yang sudah matang dan mana yang belum dari warna kulitnya saja, begitu pula dengan sekilas pandang saja orang bakal tau berapa ruas isi buah manggis itu hanya dengan menghitung dibintangnya saja..karena itulah bujang... Mengapa ada istilah tebak-tebak buah manggis..
Dan yang terakhir buah duku, tak ada yang rumit dalam memakan buah duku ini bujang... Hanya dengan dua jari saja kau bisa membukanya, buahnya pun manis, dan pasti selalu ketagihan saat memakannya, tak cukup sebiji dua.. Tapi ingat bujang,, saat kau tak sengaja tergigit bijinya maka kelamlah dunia..!!
Nah, ingat.... diluar sana kau akan mendapati manusia-manusia bersifat seperti ketiga buah ini,, kau akan bertemu dengan manusia durian yaitu mereka yang penampilan luarnya seperti preman, menyeramkan dan kejam, tapi hatinya penuh kebaikan dan kebijakan..
Maka saat memilih teman, kau jangan tertipu dengan penampilan mereka...
Ada juga manusia manggis, mereka bersikap dan bersifat apa adanya, mereka jujur dan polos, mereka bukan serigala berbulu domba, mereka berperilaku apa adanya, tidak di buat-buat, tidak munafik.. Inilah teman yang baik bujang..
Nah terkhir ada juga manusia duku, mereka sangat baik, selalu memberi kemudahan padamu.. Tapi saat kau berbuat tidak sesuai keinginan mereka
, tak segan-segan mereka membenci, memusuhi dan menciptakan penderitaan untukmu.. Maka berhati-hatilah kau bujang dengan manusia semacam ini..
Pahamkan kau bujang....!!!!!!! Sentak bapak saat melihat mataku sayu di hantam kantuk...
Oo..u#*+=!/#¥.. Aku terkaget-kaget..
''Ceppraaass..cepprasss..gedebukkkk'' dengan sedikit menggumam bapak langsung bangkit menuju suara tersebut..
Ahh, syukurlah batinku.. Lagi-lagi durian jatuh menyelamatkan ku dari introgasi mendadak tadi.. @_@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar