Senin, 02 Juni 2014

~Namaku Bullshit~

Ini bukan lagi tentang ketika
tapi sudah perihal sering
Ya sering....
Bila aku memintal harapan
Aku sering menyulam janji
Tapi,,
Saat harapan itu sudah terbentang
Dengan lupa diri kuretas benang janji
Janji pada ilahi
Janji pada hati
Janji pada diri
Janji pada janji itu sendiri
Malu aku pada Tuhan
Janjiku menawarkan taat
Tapi sajadah masih terlipat,
Dzikir masih tersendat-sendat,

Jumat, 16 Mei 2014

~Aku berpikir maka aku menulis~

(dalam sebuah catatan)
Aku khabarkan kepadamu kawan;
tentang sesuatu yang berkeliaran disekitar kita, tapi tak teraba indera.Yah, ini tentang pujian.
Terkadang kita dapati sosok yang sangat senang mendapat pujian (ingat, bukan senang dipuji). Saat ia mendapati pujian, semangatnya menjadi berapi-api, kinerjanya semakin berlipat ganda, adrenalinnya tambah membara.
Tapi ada juga sosok yang pantang mendapat pujian, ia menjadi jengah, gerah, lesu, dan kehilangan motivasi. Kenapa? Karena dia menganggap pujian adalah beban. Dia sadar betul bahwa didalam pujian itu terselip ekspektasi yang diletakkan dipundaknya. Bagi dirinya, ekspektasi bukan hanya bermakna harapan, melainkan perkalian yang menuntut hasil pasti, atau bahkan lebih.
Nah, mungkin aku sendiri ada dalam lingkarang kelompok kedua ini.
Beberapa teman sering memuji gaya corat-coretku, katanya ini bakat-lah, passion-lah, seni-lah, kalau dikembangkan aku bakal jadi penulis besar, bla..bla..blaa.. yang jelas bagian terakhir ini sangat bombastis.
Huft,, mereka belum tahu bahwa semua itu adalah keterpaksaan. Yah, keadaanlah yang memaksaku untuk menulis. Meskipun kadang2 ada alasan klise bahwa menulis itu bertujuan menanam ingatan dan merawat kenangan.
Tapi, ada dua alasan dasar mengapa aku menulis. eh, harus menulis maksudnya.
Pertama, mungkin aku adalah satu dari sedikit makhluk Allah yang tidak cukup cerdas dalam komunikasi suara. Aku kadang2 berfikir, apa mungkin Allah Sang Maha Kuasa memindahkan ruh lidahku ke ujung mata pulpen? Sehingga yang tersisa dimulut ini daging kaku yang tak bergerak.
Betul-betul membuatku frustasi ketika aku dilempar kehadapan khalayak ramai untuk berbicara. Saat otak telah memproduksi ribuan huruf & siap melontar serentetan kalimat, nah saat itu juga tiba-tiba si lidah berkhianat.....!
ia melingkar acuh didalam mulutku dan pura2 tertidur...! Saat itulah aku benar2 ingin menghilang.
Dan alasan kedua, tentunya berhubungan dengan alasan pertama. Singkatnya begini:
Saat pikiran2, ide2, gagasan2, pertanyaan2, jawaban2, uneg2, informasi2, dan sebagainya, yang diproduksi otak tadi tidak menemukan jalan keluar, dengan kata lain tidak terekspresikan, maka jika dibiarkan akan terus menumpuk menjadi sampah di otak, lalu otak memanas, memanas, memanas, dan terus memanas.. Dan pada titik akhirnya kepala akan pecah. Oohhh sungguh tragis jika dibayangkan...
¤Seorang anak muda, pendiam, tidak bisu tapi tidak bisa berbicara, belum menikah, telah melepaskan bebannya beserta nyawanya dengan kepala pecah¤
^kira-kira begitu sejarah mencatat^
Oh no way, aku pikir itu bukan ide yang bagus. Makanya aku menghindari itu hanya dengan satu cara: MENULIS*

Jakarta 16-Mei-2014
Dibawah purnama 20.30 WIB

Kamis, 27 Maret 2014

Manajemen Mimpi

Manejemen Mimpi
Bermimpi itu :
Praktis...., tapi jalan mewujudkannya kadang-kadang ;
Dramatis,
Melankolis,
Skeptis,
Pesimis,
Optimis,
Meringis,
Nangis2,
Manis, Romantis, Analisis,
Puitis,
Matematis,
Apatis,
Retoris,
Teoristis*

3 Jurus pembunuh malas

Ada tiga hal yang perlu di lakukan untuk mengatasi rasa malas ini :
1. Miliki Rencana Hidup (life map)
2. Buat daftar aktivitas harian
3. Perbanyak berdoa
#Miliki Rencana Hidup (life map)
Adalah hal yang sangat menyedihkan ketika seorang tidak memiliki rencana dalam kehidupannya, ia hanya akan mengikuti arus
kehidupan yang ia tidak tahu apakah arus itu akan membawanya kepada kebahagiaan di masa depan atau kepada penyesalan di masa depan.
Miliki rencana hidup, tentukan visi hidup, dan buatlah misi hidup untuk meraih visi itu. Serta komitmenlah untuk mewujudkannya. Jika
sebelumnya arah kehidupan tidak memiliki kejelasan, maka tentukan dari sekarang mau di arahkan kemana hidup ini. Sehingga dengan demikian akan lebih memudahkan diri untuk
mengetahui aktivitas-aktivitas apa saja yang harus di lakukan untuk mewujudkan visi hidup itu.
Hal seperti ini akan membuat seseorang jauh lebih mudah untuk mengatasi kemalasan, karena rasa malas yang di alami oleh seseorang ialah karena dalam kehidupannya tidak memiliki life map yang jelas.
#Buat daftar aktivitas harian
Salah satu tujuan Allah swt menciptakan hati dan fikiran seseorang ialah agar orang itu mau untuk memahami dirinya sendiri, apa yang ia butuhkan, dan apa yang harus dia lakukan untuk bisa meraih kebahagiaan dunia akhirat.
Berangkat dari kesadaran itulah, maka setiap orang harus memiliki daftar aktivitas harian yang akan di lakukan esok hari. Buat daftar aktivitas itu sebelum hari berganti, sehingga kita akan mengetahui apa yang harus di lakukan esok
hari. Dengan hal inilah maka kemalasan akan jauh lebih mudah di atasi. Jangan biarkan sehari pun
kita tidak memiliki daftar aktivitas harian, karena bila itu kita abaikan maka kemalasanpun akan mudah datang. Tapi ingat, tidak perlu harus kaku dengan daftar aktivitas itu lantas mengabaikan aktivitas positif
lainnya dalam waktu yang bersamaan
membutuhkan peran kita, yakni aktivitas yang benar-benar bermanfaat untuk diri dan orang lain tentunya. Yang jelas, buat saja daftar aktivitas harian kita sebelum hari berganti sehingga ketika esok hari kita sudah tahu apa yang harus di lakukan, dan kemalasanpun akan
mudah teratasi.
#Perbanyak doa Ketika kita sudah memiliki life map dan juga
daftar aktivitas harian, maka hal yang mesti kita lakukan selain berkomitmen untuk bisa melaksanakan life map dan daftar aktivitas harian itu ialah dengan berdoa kepada Allah swt agar senantiasa di jauhkan dari rasa malas, sehingga dengan demikian jiwa kita akan terus waspada bahwa rasa malas itu adalah musuh yang harus di lawan demi untuk masa depan yang
membahagiakan.
Selamat mencoba.
Salam hangat.

Rabu, 19 Februari 2014

Semakin tak senonoh gambar yang kita lihat, semakin membusuk otak di kepala kita.

Copas dari tetangga sebelah*
Super bermanfaat banget gan :
islamisfun.wordpress.com/2014/02/16/karena-bu-risma/

Posted by senyummatahari
Bismillahirrahmanirrahim.. Oke, sebetulnya kontributor sontoloyo ini belum
ijin sama empunya blog buat ngisi. Cuman
desakan lingkungan *caelah* udah sangat kuat.
(1) teman sebaya yang ngojok-ngojokin buat nulis
di laman ini lagi; (2) kasus di lapangan *emang
mau nulis apaan sampe bawa kasus segala* yang udah menggila, ntar diceritain; (3) abis nonton
Mata Najwa edisi Bu Risma sampe meleleh air
mata, jadi pengen berjuang bareng semampu
yang saya bisa; (4) kemaren kakak kelas
ngeshare video dan kayaknya saya nemu benang
baru (dari kasus yang ntar saya ceritain) dan penting buat saya tulis ulang supaya bisa saya
runut benangnya biar ga kusut dikepala
(kepentingan pribadi). videonya ada disini : Cukup sekian aja yang bikin saya bulet untuk
nulis lagi disini. Dan sebenernya saya rada2 ragu
tadi, mau nulis disini atau di blog pribadi, tapi
karena nilai yang saya bawa bakal kental banget
dengan prinsip hidup, saya pilih disini karena
saya memposisikan diri saya dengan identitas muslim, bukan pribadi saya sebagai manusia aja.
Sebagai manusia, nilai yang saya anut bisa jadi
salah,