Rabu, 19 Februari 2014

Semakin tak senonoh gambar yang kita lihat, semakin membusuk otak di kepala kita.

Copas dari tetangga sebelah*
Super bermanfaat banget gan :
islamisfun.wordpress.com/2014/02/16/karena-bu-risma/

Posted by senyummatahari
Bismillahirrahmanirrahim.. Oke, sebetulnya kontributor sontoloyo ini belum
ijin sama empunya blog buat ngisi. Cuman
desakan lingkungan *caelah* udah sangat kuat.
(1) teman sebaya yang ngojok-ngojokin buat nulis
di laman ini lagi; (2) kasus di lapangan *emang
mau nulis apaan sampe bawa kasus segala* yang udah menggila, ntar diceritain; (3) abis nonton
Mata Najwa edisi Bu Risma sampe meleleh air
mata, jadi pengen berjuang bareng semampu
yang saya bisa; (4) kemaren kakak kelas
ngeshare video dan kayaknya saya nemu benang
baru (dari kasus yang ntar saya ceritain) dan penting buat saya tulis ulang supaya bisa saya
runut benangnya biar ga kusut dikepala
(kepentingan pribadi). videonya ada disini : Cukup sekian aja yang bikin saya bulet untuk
nulis lagi disini. Dan sebenernya saya rada2 ragu
tadi, mau nulis disini atau di blog pribadi, tapi
karena nilai yang saya bawa bakal kental banget
dengan prinsip hidup, saya pilih disini karena
saya memposisikan diri saya dengan identitas muslim, bukan pribadi saya sebagai manusia aja.
Sebagai manusia, nilai yang saya anut bisa jadi
salah,
tapi nilai yang diajarkan Islam sudah pasti
benarnya. Karena degdegan takut salah nulis juga, saya
tadi ngeberaniin diri nulis setelah saya nadzar
baca Quran dulu.. semoga Allah ngasih lidah yang
lurus supaya ga ada misunderstanding dan
semoga pesan yang mau saya sampaikan
bermanfaat buat semua. Saya mau memulai tulisan ini dengan mengutip
surat Al-Mu’minun 1 – 11 yang masyaAllah adalah
surat yang saya baca sebelum nulis ini dan
nyambung sekali dengan pembahasan.
Mestakung? Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang
beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam
sembahyangnya, dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan)
yang tiada berguna, dan orang-orang yang
menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri- isteri mereka atau budak yang mereka miliki;
maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada
tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu
maka mereka itulah orang-orang yang melampaui
batas. Dan orang-orang yang memelihara
amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. dan orang-orang yang memelihara
sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga
Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. Demikian terjemahan surat itu. Allah personal
sekali menuntun saya baca surat itu dengan
ending kebaikan, karena Allah juga Mahatau kalo
saya lebih kena dinasehatin baik-baik daripada
ditakut2in api neraka. Huff.. saya bingung mulai dari mana. Mulai dari
informasi yang dikasih sama Bu Risma aja ya..

mengenai PSK usia 60 tahun dengan pelanggan
anak SD/SMP dengan bayaran seribu-duaribu
rupiah. Innalillahiwainnailaihirajiun.. Sedih?
Alhamdulillah. Sebetulnya, kasus kayak gini masih sangat
banyak asal kita kuat mental baca dan nonton
berita. Kalo orang-orang ribut soal si neneknya, coba
kita nengok ke anaknya. Adekku sayang, apa
yang ada dipikiranmu sampai kamu ingin
melakukan hal yang belum pantas untukmu? Ok,
tahan pembahasan disini dulu ya. Saya mau
cerita obrolan saya sama temen sekantor kemarin pagi. Oia, saya saat ini bekerja di
Yayasan Kita dan Buah Hati, silakan googling
kalo ingin tau lebih jelas, singkatnya Yayasan ini
didirikan dan dipimpin oleh pejuang yang
memerangi pornografi di Indonesia sampai
berhasil membuat RUU Pornografi dan Pornoaksi disahkan oleh DPR RI pada 2009 silam. Ibu Elly
Risman. Psikolog dan Mahaguru-nya para pakar
parenting di Indonesia. Pagi itu, sambil nunggu jam masuk kantor, kami
diskusi soal perilaku anak pra remaja (8-12
tahun). Kantor kami kuat dalam hal riset. Semua
materi yang dibawa oleh trainer kami, selalu
based on research. Diskusi kami berlandas pada
hasil riset Divisi Anak dan Remaja (DIAR). saya yang memulai diskusi karena saya sedang
merapikan pekerjaan saya yang melibatkan data
itu. Saya terbengong-bengong ketika membaca
hasil riset DIAR terhadap anak SD kelas 5 dan 6
yang menampilkan data kualitatif mengenai
persepsi dan pertanyaan anak tentang “pubertas”, “pacaran”, dan “seks dan perilaku
seksual”. Bergidik bacanya. Ya Allah sayangku,
kalian sudah tau sejauh ini kah? Bahkan ada
beberapa istilah yang harus saya googling karena
sebagai remaja usia 26 tahun saya gagal faham.
Tak usahlah saya share disini yaa.. Menariknya, hasil riset itu menunjukkan hasil yang berbeda
signifikan antara persepsi anak pra remaja
putra dan putri. Anak putra memiliki persepsi
dan pertanyaan yang cenderung ‘liar’ daripada
anak putri. Singkat cerita, diskusi kami mengarah kepada
mengapa polanya demikian. Sebelumnya, saya
sempat membaca bahwa senyawa kimia
(neurotransmitter) yang mengatur perasaan
intim jangka pendek (maaf, libido) sangat
berbeda dengan hormon yang mengatur perasaan intim jangka panjang (menjalin hubungan, atau
anak jaman sekarang menyebutnya pacaran). Yang mengatur perasaan intim jangka pendek
adalah dopamin yang menimbulkan sensasi
senang dan puas. Sedangkan yang mengatur
perasaan intim jangka panjang adalah oksitosin,
senyawa kimia yang sama dikeluarkan oleh ibu
yang menyusui sehingga anak bayi bisa nempel sama emaknya dan merasa nyaman (lebih untuk
memperkuat hubungan batin). Dopamin adalah neurotransmitter yang diatur
oleh kelenjar dalam otak yang disebut pituitari.
Pituitari aktif karena apa? Karena ada
rangsangan dari hipotalamus. Hipotalamus
ngapain ngaktifin pituitari? Dia punya informasi
dan menyampaikan pada pituirari. Informasi dapat dari mana? Dari APA YANG KITA LIHAT. Ketika pituitari aktif, ia akan memerintahkan
testis untuk menghasilkan testosteron.
Testosteron ini yang menciptakan dorongan
melakukan aktifitas seksual. Testosteron ini
yang mengatur pituitari menghasilkan dopamin,
sehingga ketika dorongan aktifitas seksualnya terpenuhi, dopamin ini akan dilepaskan dan
menciptakan perasaan senang dan puas. Ovarium
juga menghasilkan testosteron tapi dalam jumlah
yang jauh lebih sedikit daripada testis dan
itupun langsung dikonversi menjadi estrogen
untuk mematangkan sel telur. Yang punya testis siapa? Anak putra kan? Jadi yang jumlah
testosteronnya lebih banyak siapa? Anak PUTRA!
Wajar ketika ada anak putri yang nanya, “kak,
kenapa sih anak cowo suka ngeres?” Maka menjadi sangat wajar ketika di usia yang
sama, dengan paparan lingkungan yang sama,
anak PUTRA menjadi jauh lebih sexually active
daripada anak putri. Oleh karenanya pertanyaan
putra mengenai seks dan seksualitas sangat liar
dan jumlahnya mencapai 138 pertanyaan berbeda dari 50 responden. Sedangkan pertanyaan putri
masih sangat selugu usianya dan lebih banyak
mengenai “kapan sih pacaran dibolehkan?” atau
“menstruasi itu apa?” dengan jumlah pertanyaan
berkisar 30 jenis dari 50 responden. Oh, ada data lucu, dari hasil riset mengenai
pacaran, ga satu persenpun anak laki bilang
mereka pacaran. Sedangkan di hasil putri 4%
mereka bilang sedang pacaran. Jadi, jangan-
jangan bocah-bocah tengik berkromosom XY itu
ga ngakuin pacarnya :)) ..kasian deh adek-adek cewe, kalian ga diakuuuuu.. sayaaaaaanggggg Sama satu lagi, soal persepsi anak putra dan
putri tentang aktifitas pacaran. Man, anak putra
jawabnya, “pegangan tangan, ciuman, pelukan,
dan satulagi adalah kata yang ga bisa saya
tuliskan”, anak putri ga satupun jawab gitu,
mereka jawab, “pacaran itu perasaan saling menyayangi antara laki-laki dan perempuan;
atau hubungan untuk sampai pada pernikahan”.
Ngenes ga loe? Bahkan kakak-kakak DIAR pernah nemu gambar :
anak kecil pacaran, dikepala masing-masing ada
baloon, baloon di kepala cewe gambarnya ‘love-
hati’, tau ga baloon di kepala cowo gambarnya
apa? gambar ‘love-hati’ juga, tapi dibalik. OK, itu
gambar apa? udah gede lah yaa.. so? terbuktikan soal mekanisme kerja hormon? Jadi bilang sama
adek-adek perempuan kita tersayang, “honey,
jangan mau deh ditipu-tipu ama kata pacaran” Kita lurus lagi. Ibu Risma bercerita, anak-anak
yang menjadi pelanggan PSK adalah juga anak-
anak yang telah terpapar lingkungan lokalisasi.
Artinya, stimulasi anak-anak itu terhadap
aktifitas seksual sudah tidak dapat difilter.
Mereka sangat sexually active. Bayangkan, dalam kondisi demikian, sedangkan teman sebaya
mereka (anak putri) masih belum kepikiran yang
begitu-begituan, mau lari kemana anak-anak
putra kita tersebut? Ya! Lokalisasi jawabannya. Sampai sini paham? berlanjut yaa.. Kita mundur ke belakang sedikit, mengenai
paparan anak terhadap aktifitas seksual. Hey
kalian para wanita yang kelak akan memiliki
anak laki-laki, atau kalian yang punya adik laki-
laki, dan kalian para lelaki yang akan menjadi
penanggung jawab anggota keluarga kalian, berhati-hatilah.. jagalah mereka. Kenapa?
Paparan itu halus. Kasus dari ibu Risma adalah
paparan ekstrim. Tapi taukah bahwa paparan itu
juga bisa sedikit-sedikit disisipi dari hal yang
sama sekali tidak kita anggap ‘keterlaluan’? Iklan handuk, iklan pakaian dalam, iklan sabun,
iklan parfum, ah iklan apapun yang menunjukkan
keindahan tubuh wanita, itu adalah tombol ON
untuk memasukkan konten ‘kotor’ selanjutnya
secara bertahap dan bertingkat. Pelaku industri
pornografi tau betul hal ini. Riset mereka jauh lebih canggih dari yang kita bayangkan. Randy
Hyde, seorang psikolog terapis pornografi
sekaligus kolega pakar neurosains Donald Hilton
mengatakan bahwa sekali tombol ON itu nyala,
kita ga bisa matiin lagi. Kita cuma bisa ngerem
dengan susah payah. Konten ‘kotor’ itu masuk secara bertahap dan
samar sekali. Bermula dari legal content seperti
iklan, majalah remaja yang menampilkan pakaian
kurang bahan, apapun lah yang diijinkan
pemerintah kita, yang kita sendiri pun
menganggap hal itu lumrah. Kemudian meningkat menjadi soft porn seperti majalah pria dewasa.
Kemudian meningkat lagi ke komik dan film
hollywood yang punya adegan lalalalanya.
Kemudian meningkat lagi ke games tembak-
tembakan yang kalo menang dapet hadiah cewe
yang boleh diapa-apain (ini yang mengakibatkan munculnya istilah ‘cabe-cabean’, ajib yaa..
bermula dari games!). Dan selanjutnya ke atas
sampe muncullah berita-berita kasus perkosaan
dan pembunuhan. Apa yang terjadi pada anak yang terpapar? Kalo
yang diliat masih iklan pakean renang sih paling
pertama kali responnya kaget, jijik, malu sendiri.
Nah, sebelum saya jelasin eskalasinya, saya mau
jelasin isi kepala kita dulu ya : OTAK. Jadi ya temen-temen, Jordan Grafman, PhD,
peneliti Neuroscience dari University of
Wisconsin-Madison bilang, pada otak manusia, ada bagian yang didesain khusus oleh Tuhan untuk
membedakan manusia dari spesies lain, sebagai
spesies paling sempurna, yaitu memiliki
kemampuan untuk memilih dan memiliki adab
atau nilai-nilai fitrah (kebenaran). Artinya apa? ANAK ITU DILAHIRKAN GA POLOS, TAPI UDAH DI
INSTALL NILAI-NILAI KEBAIKAN OLEH
PENCIPTANYA. Bagian mana sih itu? Tuh, dijidat kanan atas alis
loe. Pegang tuh, itu namanya Pre Frontal Cortex.
Dia direkturnya otak kita. Dia adalah
‘manusia’nya otak kita. Dia adalah bos bijaksana
yang bikin loe jadi manusia, karena hewan ga bisa
memegang teguh moral dan nilai, karena hewan ga bisa loe tuntut untuk bertanggung jawab
apalagi untuk perencanaan masa depan, ga bisa
ngatur emosi untuk nunda kepuasan, ga bisa
ngontrol diri, ga bisa menerima konsekuensi, dan
ga bisa mengambil keputusan berdasarkan
logika. Itu kan yang membedakan manusia dari spesies apapun di muka bumi ini? Dan yang saya
sebut diatas, adalah fungsi dari PFC sang
Direktur. Kabar buruknya, bagian itu matengnya baru di
usia 25 tahun. Gue mendadak inget kalimatnya Uncle Ben di Spiderman 1 pas nyindir Peter yang
bandel di usianya yang 25, “Peter, these are the
years when a man changes into the man he’s going
to be for the rest of his life. Just be careful who you change into.”. (OOT, pelem luar negri emang kuat banget risetnya yak). OLEH KARENA ITU
JUGA, wahai orang dewasa, sabar sama anak-
anak.. otaknya belum bersambungan.. berhenti
marahin anak-anak dan berlaku kasar terhadap
mereka, anaknya salah ya orangtuanya yang
kudu bener ngasuhnya. Nah, kabar baiknya, kalo pola pengasuhan keluarganya baik, itu direktur
bisa mateng lebih cepet. Paparan pornografi dan nilai-nilai buruk bisa
membunuh direktur sangat perlahan. Ini bukan
saya yang bilang yaa.. itu yang bilang Dr. Donald
Hilton Jr, Psikoterapis dan Ahli Neurosurgical
dari University of Texas. Beliau sahabat Ibu Elly
dan pernah diundang Buah Hati buat ngadain seminar bareng Kemenkes buat ngejelasin bahwa
kerusakan otak orang yang adiksi pornografi itu
kalo dilihat di MRI sama persis dengan kerusakan
otak orang yang kecelakaan naik mobil ferrari
dengan kecepatan sangat tinggi. Kalo narkoba
ngerusak otak di 3 bagian, obesitas ngerusak otak di 2 bagian, pornografi ngerusak otak di
LIMA bagian. Gimana caranya? Saya ceritain ya.. sewaktu
mata kita melihat gambar berunsur porno, mata
kita ga ngirim file berupa gambar kan ke otak?
Dia kirim sinyal listrik, langsung dari mata ke
otak belakang. trus informasinya dibawa ke
bagian yang namanya sistem limbik. Sistem limbik ini yang ngolah data, milah penting apa
enggak. Sistem limbik ini akan menganggap
penting informasi yang terkait emosi. Gue tanya lagi, sewaktu loe liat hal berunsur
porno, loe kaget kan? atau jijik? atau malu? nah,
otak kita mengganggap informasi itu penting
karena itu ada emosinya. Disimpenlah ama otak
kita. Sekali dua kali, masih berasa jijik kan? buat
ngilangin jijiknya, otak kita nolong kita dengan release dopamin untuk membuat hati kita
tenang. Semoga aja kita terjaga untuk terus
merasa jijik. Ya gue yakin sih loe yang baca ini
ngerasa jijik, thanks to your parents yang udah
mendidik kita dengan nilai-nilai Lama-lama kita jadi biasa aja ngeliat yang ‘level’
pornonya sama. Kenapa? Karena selain memberi
efek tenang, dopamin ini sifatnya nagih. Sama
dengan narkoba. Tapi, kasusnya akan sangat berbeda untuk anak-
anak khusus. Anak khusus tuh siapa? Anak yang
mentalnya BLASTed. Apa tuh? Anak-anak yang
hidupnya merasa Boring, Lonely, Afraid dan
Anxient, Stress, dan Tired. Anak-anak yang bosen
yang tiap pulang ke rumah cuma ditanya PR ama Les. Nanya yang laen kek.. Lalu anak-anak yang
emak bapaknya sibuk sendiri, meeting lah.. me
time lah. Anak-anak yang kalo punya masalah ga
tau mesti ngobrol sama siapa karena ga deket
sama orang tua. Kumpul sama temen-temen, lah
sama aja mereka BLASTednya ama dirinya. Udah gitu, ga ortu, ga sekolah, ga lingkungan, semua
nuntut prestasi-prestasi-prestasi. Ga tau apa
mereka, anak-anak ini udah belajar sejak umur 5
TAHUN. Padahal otaknya belum siap, otak anak
siap dikasih calistung itu umur 7. Please lah.. Bu
Elly banget sih Pi! Hahaha, yaiyalah wong ‘cucu’- nya :v Bu Elly juga sering cerita kasus, yang paling saya
inget adalah kasus cabe-cabean yang kemaren
sempet rame. Bu Elly ga kaget, lah saya yang
kaget kenapa ibu ga kaget. Katanya, karena
kasus pertamanya udah beliau hadapi 7 tahun
lalu. Belok dikit ya, pengen cerita.. Bu Elly cerita, 7 tahun lalu ada satu sekolah
‘bagus’ yang berlokasi di daerah sekitar Bintaro
yang dimana 40 siswanya mengadakan Fight
Tournament di Blok M. Dari 40 siswa tersebut,
diperoleh 14-15 anak geng motor. Dimana
ternyata anak-anak tersebut adalah anak-anak terpintar di sekolahnya. Maka, ketika fenomena
cabe-cabean ini muncul, sudah sangat jelas
terbaca apa penyebab fenomena ini ada.
Menariknya, fenomena yang tertangkap media
bahwa cabe-cabean ini adalah gaya hidup anak
SMP kelas bawah. Tapi jangan salah, banyak juga anak-anak cabe ini yang berasal dari kalangan
menengah atas. Sekolah yang tadi dijadikan
contoh adalah salahsatu sekolah anak orang
kaya. Singkat cerita, 14 anak tadi dibujuk dan
dikumpulkan, diajak ngobrol. Salahsatu dari 14
anak tersebut menyatakan bahwa dulu ayahnya
juga sama seperti dirinya. Jadi ketika ia
mengatakan pada ayahnya bahwa ia dan teman-
teman sedang mengadakan Turnamen Bertarung, ayahnya justru bertanya apa yang bisa ia bantu.
Bahkan anak-anak ini merencanakan Turnamen
ini dengan sangat professional. Dan yang paling
memprihatinkan adalah hadiah bagi sang juara.
Siapa yang menang akan mendapatkan hadiah ‘perempuan’. Dua minggu kemudian orangtua dari ke-14 anak
tersebut diundang untuk mengikuti pelatihan
Komunikasi Pengasuhan Anak oleh Buah Hati.
Sayang seribu sayang, orangtua yang hadir
hanya 2 orang. Hal ini mencerminkan bahwa
penilaian orangtua terhadap anaknya sangat rendah. Dia ga ngerasa kasus anaknya ini lebih
penting dari urusan lainnya. Fenomena cabe-cabean ini hanyalah fenomena
yang berulang. Apa pasal? Lelah. Anak lelah. Sejak usia 5 tahun
anak sudah ‘dibebani’ dengan PR dan les. Balik ke cerita anak SMP ternama tadi. 2 bulan
setelah anak-anak itu dikumpulkan, diadakan
kembali pertemuan untuk membahas
permasalahan yang terjadi pada mereka dan
membicarakan masa depan mereka. Apa yang
membuat mereka punya ide dan mengadakan Turnamen ‘Adu Jotos’. Menarik, karena “STRES”.
Mereka mengatakan bahwa mereka lelah dengan
kegiatan yang melulu akademik. Les. Sekolah.
Mereka mengatakan, satu-satunya tujuan
mengadakan Turnamen tersebut adalah “agar
hidup lebih berwarna”. Dopamin itu sekali lagi, dosisnya kalo udah
dikeluarin, kayak narkoba.. nagih.. minta nambah
jumlahnya. Misalnya? Kalo kita sengaja atau ga
sengaja liat lagi konten porno yang lebih
‘wakwaw’, dopamin keluar makin banyak.
Gampangnya gini deh, pernah denger “jangan ke Raja Ampat kalo loe belum kelarin Bunaken,
KarJaw, dan Lombok. Ntar semuanya jadi
hambar”. Trus hubungannya ama Direktur yang mati
pelan-pelan? Coba liat gambar pathway dopamin
yang saya upload di atas. Arah aliran dopamin
kan ke bagian PFC, ke rumah direktur. Kalo
dopamin banjir, ya loe bayangin ajalah rumah loe
kebanjiran. Aktifitas harian loe keganggu kan? Fungsi ‘kemanusiaan’ sang direktur terganggu.
Akhirnya jadi disfungsi. Kalo keseringan
disfungsi? Lumpuh.. Mati. Tapi disaat genting kayak gitu, testosteron
tetep release. Testosteron nyebar ke seluruh
badan, apa akibatnya? wajar kalo di hasil riset
ada anak putra yang nanya, “kak, kenapa kalo ga
sengaja liat yang porno jadi terangsang?”. Sampe
sini doang? Enggak, terus aja naik. Anak yang BLASTed, itu nyari hiburan. Pornografi itu
hiburan, karena dopamin yang dihasilkan ngasih
efek senang. Menurut loe, anak-anak yang
ditemui ibu Risma itu anak BLASTed bukan? Iya,
mereka BLASTed. Ketika mereka terpapar,
eskalasinya jelas dan jauh lebih cepat karena akses ke level tertinggi (PSK) sangat dekat. Nah sekarang saya mau jelasin eskalasinya. Kita
kunci dulu pemahaman bahwa dopamin itu ngasih
efek senang tapi nagih. Di saat bersamaan
testosteron tetap dihasilkan tanpa peduli rumah
Direktur kebanjiran atau enggak. Analoginya gini, loe lagi bete dan hauuuuus
banget, ada tukang es krim lewat. Loe suka
banget Conello Sweetheart Browniesnya Walls.
Pas makan, rasanya gimana? Uh seneng banget
kan. Lagi bete aja bisa ilang betenya. Dopamin
keluar tuh. Seneng. Puas. Besok-besok pas loe bete bakal beli es krim lagi ga? Loe punya duit,
beli lagi pasti lah.. Cuman sekarang ada Pisseta.
Milih Walls apa Pisetta? Pisseta lah.. lebih enak.
Makan lagi, seneng lagi, betenya ilang lagi, Puas.
Dopamin keluar lebih banyak. Besok kalo bete
lagi pengen makan es krim lagi dong. Kalo punya duit, ada Baskin Robins ama Pisseta, milih Baskin
dong. Makan lagi, seneng lagi, betenya ilang lagi,
Puas. Dopamin keluar makin banyak lagi. Walls?
Udah lupa tuh, kecuali kalo duitnya cuma cukup
buat beli Walls. Eh besokannya bete lagi. Ada
Haagendaasz. WHOAAAA HAAGENDAAAASZ. Baskin? Udah ga level lah. Pornografi? Persis sama. Karena yang kerja
sama-sama dopamin. Senyawa kimianya sama.
Anak-anak biologi pasti ngerti kalo udah level
molekuler, apapun itu jadi ga ada bedanya.
Hewan kek, manusia kek, tumbuhan kek. Anak yang udah pernah terpapar sama komik
porno, adegan yang beberapa detik di Twilight
misalnya, itu udah ON pathway porno di otaknya.
Dan kayak yang Randy Hyde bilang, ga bisa
dimatiin, cuma bisa mati-matian di rem. Kalo ga
di rem, kasusnya kayak es krim. Pasien Mr JoAnn Hamilton (kemaren bu Elly nge forward email
dari temennya yang psikolog terapis adiksi
pornografi di Amerika sana) pertama kali
terpapar gara-gara buka buku katalog pakaian
dalam wanita punya ibunya waktu umur 13 tahun.
Karena penasaran, meningkat jadi liat majalah porno. Internet muncul, berselancar lah dia di
dunia maya : Internet Pornography. Sampe
sekarang usianya 31 tahun, sedang berjuang
melawan adiksi pornografi. Lah itu untungnya pasiennya JoAnn sadar kalo
dia harus berhenti. Anak-anak itu? Bahkan dia
belum mengerti dirinya sendiri. Kasus video SMP
4? Hei itu anak suka sama suka. Bego ya
mereka? ENGGAK! Anak itu langganan piala
Juara Fisika. Pintar itu adanya bukan di PFC. Adanya di Cortex. Jadi itu bagian yang berbeda.
Cortexnya bagus, tapi PFCnya rusak. Yang
ngerekam? Itu anak OSIS dan ROHIS. Ok,
speechless. Ngapain sih, sayang? Eskalasinya
sedikit-sedikit, yang awalnya geuleuh.. jijik..
kaget.. lalu penasaran.. lalu biasa aja liat orang ciuman atau adegan gituan di film-film. Lalu,
anak SMP 4 itu udah sampe pada level “Acting
Out”. Memerankan. Memerankan apa?
Memerankan komik yang mereka baca, saya ga
sudi nyebut judul komiknya disini. Level tertinggi
adalah menjadi kasus. Banyak kasus perkosaan yang bejat banget,
semua ngaku kalo mereka perkosa orang karena
nonton video porno. Kasusnya dari anak sebagai
korban sampe anak sebagai pelaku. Apalagi kasus
orang dewasa, bahkan tukang parkir Terminal
Pulogadung incest anaknya sendiri. Yang lebih gila lagi kasus di Tasik, anak umur belasan
perkosa ayam sampe ratusan dan belasan domba.
OTAKNYA DIMANAAAAAA???? Udah rusak, bu.
Kasus ini ga akan ketauan kalo bukan karena ada
mayat anak SD ngapung setelah diperkosa. Manusia mukanya doang, seluruhnya udah ga bisa
dibedain ama binatang. Coba kita cek, bener ga
Direkturnya mati? PFCnya rusak? (1) memegang
teguh moral dan nilai — TIDAK, bukan manusia =
hewan, (2) mampu membuat perencanaan masa
depan — TIDAK, boro-boro. Kalo dia merencanakan masa depan dengan baik, dia ga
akan jual hari ini dengan kelakuan-kelakuan
murahan. (3) bisa ngatur emosi untuk nunda
kepuasan –TIDAK. Kalo bisa nunda kepuasan, pas
ngeliat bocah pulang sekolah ga kan ujug2 niat
perkosa. Bahkan ada kasus di Palembang, 8 anak main ‘gituan’ di BAWAH PANGGUNG ORANG
NIKAHAN; (4, 5, dan 6) bisa ngontrol diri,
menerima konsekuensi, dan bisa mengambil
keputusan berdasarkan logika –loe tau sendiri
lah ya jawabannya. Kalo mau dijelasin
neurosainsnya, kalo dopamin, testosteron, dan vasopresin nyampur di kepala loe, LOE-GA-BISA-
KENDALIIN-LOGIKA-LOE-LAGI. That’s it. Dalam
keadaan kayak apa hal ini terjadi? Jika dorongan
melakukan aktifitas seksual sudah sangat
tinggi. Makanya saudara-saudaraku muslim, Allah
nyuruh kita ini itu karena Dia
sayaaaaaaaaaaaang banget sama kita. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang
beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
mereka perbuat.” (Qs. An- Nuur (24): 30) “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa)
nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (Qs. An- Nuur (24): 31) Saya tau, baca ini menimbulkan luka. Saya
sendiri yang nulis pun rasanya sakit. Tapi kita ga
boleh diem. Kita harus bergerak. Kita harus
melakukan sesuatu. Menyampaikan kebenaran.
Semoga cara saya nyampeinnya ga bikin siapapun sakit hati Maaf ya muslimah, mungkin ini pendapat saya,
saya bukan ahli tafsir, saya hanya menangkap
mengapa Allah memerintahkan kita menutup
aurat kita, bukan semata-mata supaya kita lebih
mudah untuk dikenal dan tidak diganggu laki-laki
yang jahat. Allah memang bilang itu di Al Ahzab : 59, tapi kalo kita udah ngerti sistem kerja otak
kita, hormon dalam tubuh kita, perintah Allah itu
menjadi sangat masuk akal. Saudara kita yang
Muslim juga punya hak untuk menjaga
pandangannya, karena dia tidak bisa mengatur
sekresi hormon dalam otak dan tubuhnya. Yang bisa mereka lakukan adalah menjaga
pandangannya agar mereka mampu memelihara kemaluannya. Apalagi testosteron yang ada dalam tubuh mereka jauh jauh jauh lebih banyak
dari yang kita miliki. Para kakak, para orang dewasa, mau kah kita
berjanji untuk melindungi adik-adik kita, anak-
anak masa depan bangsa? Mensupport mereka
untuk menjadi yang terbaik dari diri mereka
sendiri. Orang bijak bilang, “Jangan kamu tarik anakmu dari dunia bermain terlalu cepat karena kau
akan mendapatkan orang dewasa yang jiwanya
kekanak-kanakan”. Soal gadget, terlalu dini dan tanpa kesepakatan
bersama antara orangtua dan anak dalam
memberikan gadget juga merupakan isu krusial.
Hanya dengan satu buku jarinya, kita mengantar
mereka yang kita sayangi berselancar ke dunia
tanpa batas. Dimana didalamnya 4200 situs porno diunggah oleh pebisnis pornografi tiap
minggunya. Belum lagi film kartun yang
mengandung konten porno seperti spongebob, dan
konten acara TV kabel yang banyak menayangkan
adegan orang dewasa. Anak, pada saat usia SMP, menunjukkan
perubahan seksual sekunder yang nyata pada
fisiknya. Ini artinya, hipotalamus telah
mengomando kelenjar pituitary untuk mekanisme
pelepasan testosterone ke dalam darah.
Mekanisme ini secara alami terjadi pada anak sebagai perkembangan seksualitasnya. Namun,
stimulus dari luar (baca : video porno dan games
dengan konten porno) akan mempercepat
releasenya testosteron tadi. Sehingga anak
tidak perlu lagi mimpi basah untuk ejakulasi.
Mereka telah sexually active dan ironisnya kebanyakan orangtua tidak tau kapan pertama
kali anak laki-lakinya ejakulasi. Bahkan
orangtua belum menyiapkan anak untuk
menghadapi masa ‘mimpi basah’ untuk pertama
kali. Orangtua masih saja terus berfokus pada
PR-dan-les. Bagaimana mungkin orangtua tiba- tiba akan membicarakan konten “Pornografi”
pada anak? Saya pengen cerita sedikit deh yang Mark B
Kastleman bilang dalam bukunya “The Drugs of
Millennium Era”. Siapa sih pebisnis pornografi
itu? Apa yang mereka mau? Siapa target
mereka? Misal kita ambil contoh Majalah Pria Dewasa,
yang mereka mau ya mereka mau dapet uang lah.
Targetnya? Pria dewasa eksekutif muda. NON
SENSE. Ya, mereka mau dapet duit. Games GTA
meraup keuntungan 3 Juta USD setelah
dilaunching hanya selama 3 HARI. Siapa yang main? Kan itu mature games, ya yang udah 17+
lah. NOPE. Itu mainan favorit murid-murid saya
SEJAK MEREKA SD. Tanya ponakan deh kalo ga
percaya. Itu game favorit anak-anak. Yang disasar pebisnis pornografi itu adik-adik
laki kita, yang belum baligh, yang umurnya baru 8
– 10 tahun. Kenapa? Kenapa anak? Karena neuron di otaknya
belum bersambungan. Masa ini adalah masa
kritis dimana otak mereka sedang membuat
sambungan-sambungan informasi. Dan sudahlah,
seluruh dunia tau kalo ngobrolin soal seksualitas
pada anak adalah HAL YANG SANGAT TABU. Sehingga orangtua tidak menyiapkan anaknya
mengalami masa baligh. Kenapa anak laki?
Karena ketika sambungan yang diciptakan
pebisnis pornografi itu udah terbentuk dalam
otak anak kita, ketika baligh, ketika
testosteronnya melejit di masa-masa awal dan mereka tidak mengerti apa yang terjadi karena
orangtuanya tidak mengajarkan, BAM! Konten
soft porn dan hard porn disebarkan. Apa yang mereka inginkan? Mereka menginginkan terciptanya
“perpustakaan porno” dalam kepala anak laki-
laki kita, yang bisa diakses kapan saja dan
dimana saja, sehingga mereka akan terus
mencari konten porno dari manapun untuk
menambah koleksi perpustakaannya. (inget sifat dopamin) –> Hujan uang untuk pebisnis
pornografi. Segitu? Belum.. mereka tau PFC rusak jika
terus-terusan kebanjiran dopamin saat anak-
anak koleksi informasi untuk perpustakaannya.
Maka, mereka benar-benar menginginkan PFC,
sang Direktur, mati. Rusak. Supaya apa? Inget
pertanyaan dari hasil riset yang nanyain kenapa pas nonton yang porno bisa terangsang? Pebisnis
ini menargetkan anak mengalami ejakulasi
hingga 33-36 kali, karena setelah itu mereka
akan menjadi pelanggan seumur hidup –> Ga
perlu susah payah create market lagi.
Minimalisir cost marketing. Yang menyedihkan, matinya sang Direktur ini
bahkan bisa membuat anak kehilangan atau
kebingungan orientasi seksualnya. Maka muncul
generasi LGBT. Lesbian. Gay. Biseksual.
Transgender (kecuali yang sindrom Klinefelter).
Cek lah, kalo disuruh cerita, udah bisa dipastiin perasaan “penyimpangan seksual” ini mulai
dirasa anak sejak kecil walau ga jelas umurnya. Apa yang terjadi selanjutnya? Anak akan
menjadi FUTURE MARKET. Untuk apa? Bisnis
PELACURAN. Mereka sudah punya demand yang
dipupuk sejak anak masih kecil, masih belum
baligh. Sampai disini sudah? BELUM. Demand pasti
butuh supply. Maka, tercipta satu unit bisnis
lagi : WOMEN TRAFFICKING. Lah, bisnis pelacuran kan dari jaman nabi juga
udah ada. Coba baca lagi deh, emangnya pebisnis
jaman hong itu ga pake trik yang sama? Yang
beda cuman medianya. Jaman dulu gada internet.
Produknya mah sama aja. Tuh di kota Kaum
Soddom, emang patung ama pahat2annya ga porno semua. SAMA. Subhanallah.. ampuni hamba yang masih belum bisa ngapa-ngapain Maka, ketika bu Risma nangis dan ga bisa
ngomong apa-apa soal pengalamannya mengajar
anak yang sekolahnya dekat lokalisasi, saya
ngerti. Dan saya jadi pengen teriak, HOI KOH
AHOK!!! NGERTI GA? Ah, sudah.. saya sakit nulis fakta ini. Apa yang bisa kita lakukan? Dekat lah pada keluarga. Allah bilang, “Wahai
orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian
dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan
bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang
tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At- Tahrim: 6) Kita yang duluan sadar, kita duluan yang punya tanggungjawab soal ini. Jangan
sampe adik-adik kita, anak-anak kita
menemukan orang yang salah ketika mereka
merasa BLASTed. Jadilah orangtua psikologis
mereka. Banyak cari ilmu buat bikin kita PEDE ngobrol
soal seksualitas ke anak-anak dan adik-adik
kita. ASLI GA MUDAH buat ngomongin ini.
Tempat saya kerja ada workshop dan
pelatihannya. Gimana caranya ngajarin anak
mengenal bermacam sentuhan, supaya anak punya sikap asertif terhadap perlakuan orang
lain. Kasusnya anak-anak korban pencabulan dan
perkosaan dimulai dari dia ga tau gimana
caranya nolak ajakan orang lain dan gimana
caranya tau kalo orang yang dia hadapi punya
nafsu busuk. Yang berhubungan dengan anak dan remaja,
entah itu sebagai orangtua, guru, kakak, om,
tante, obrolin bahaya pornografi pada mereka.
Ajari caranya membatasi diri dari konten-konten
seperti itu. Dukung mereka untuk fokus pada
hal-hal yang berkaitan dengan masa depan dan passion mereka. Buat mereka sibuk
mempersiapkan diri menjadi Their Best in The
Future. Satu lagi, tempat saya kerja sedang menggodok
gerakan untuk membuat konten alternatif untuk
mengisi kekosongan dalam jiwa anak yang kita
semua ga bisa mengharapkan orangtuanya bisa
protect mereka. Kita udah ga bisa pake cara-
cara lama dengan slogan ANTI-pornografi. Kita berusaha menawarkan KONTEN BAIK. PERANG
VALUE. Kalo mau gabung dalam merumuskan
gerakan ini, hayuk! Seneng banget. Kontak aja
saya kalo tergerak untuk berjuang bareng. Kita
buat produk yang disukai anak-anak, sampe
akhirnya nilai-nilai yang kita bawa jadi LIFE STYLE mereka. Harapannya, kita udah ga perlu
lagi capek2 perang head to head dengan pebisnis
pornografi, karena dengan apa yang kita punya
sekarang, rasanya kita ga mungkin menang. Tapi
kita bisa menciptakan anak berkarakter tangguh
yang IMUN (bukan steril) terhadap konten ‘kotor’ semacam itu dan berlalu sambil berkata, “hah?
liat kayak gituan? Maaf ya jamannya udah lewat.
Kuno. Itu ga gue banget”. KITA MENCIPTAKAN
GENERASI IMUN yang berkarakter tangguh,
demi siapa? Demi mereka dan generasi yang
akan kita tinggalkan. Sebagai penutup, saya kutipkan satu surat
cintaNya : Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang
yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh
sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada
Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan
tutur kata yang benar. (An-Nisa : 9) YUK BERGERAK! Walhamdulillahirabbilalamin Miftahul ‘pipichan’ Hidayah Alumni Biologi ITB angkatan 2004
Kita & Buah Hati Foundation
Jalan Gudang Peluru Barat Blok V No. 526, Kebon
Baru, Jakarta Selatan 12830
Tlp/Fax: 837 90 765 / 8370-5335 http://www.facebook.com/mh12matahari

Tidak ada komentar: