Jumat, 13 Desember 2013

Balada Buah Durian #Bagian1

Sahabat, saat ini di desa saya khususnya dan di wilayah Jambi secara umum sedang bersuka cita karena kedatangan ''tamu'' bernama musim durian. siapa yg tidak kenal si raja buahan ini, meskipun tampangnya menyeramkan tapi ia tetap menjadi idola bagi orang2. Meskipun baunya agak sedikit kontroversial bagi sebagian kalangan, tapi untuk rasanya tak ada yg bakal protes menurut saya, ” Smell like hell, taste like heaven” hehe...
Disini saya tidak berbincang hakikat buah durian atau teknik mengadang durian, itu ada bab nya tersendiri, tapi saya akan mengulas dimana ada sebuah moment yg indah dalam ''ngadang'' durian.. Yah disaat angin bertiup kencang, inilah golden moment yg selalu ditunggu para pendekar pengadang duren..
Suara angin dan suara ceprasss gedebukkk adalah aransemen alam yg sangat indah dinikmati telinga..
Berhamburan berlari mengejar durian yg runtuh, berebut memungut puluhan durian yg tergolek pasrah.. Semua mata, semua penglihatan, semua perhatian diarahkan kebawah, tak seorangpun mendongakkan kepala keatas, begitu serius, begitu fokus menyambar ni'mat ini..
Tapi, disaat angin yg kencang tadi menjatuhkan sepotong ranting yg sudah rapuh diatas sana, dan tepat mengenai kepala salah seorang tadi, baru semuanya sadar, semua mengalihkan mata, pandangan, perhatian dan fokus kearah atas....
Sahabat yg budiman, kira2 begitulah keadaan kita selama ini, buah durian itu adalah perumpamaan dari ni'mat yg selalu Allah curahkan kepada kita, tapi karena keasyikan pada ni'mat tersebut, kita lalai, kita lupa kepada Dia yg diatas, kepada Dia yg menurunkan ni'mat tersebut.. Maka dengan cara halus Allah menegur kita dengan cara menjatuhkan ranting (cobaan) tadi kepada kita, agar kita kembali menoleh dan mendongakkan kepala keatas, agar kita kembali tersadar, kembali rujuk kejalan yg benar, kembali mentaati Nya*

Tidak ada komentar: