Oh, ternyata usiaku baru.....*
Hari ini Ahad tepat tanggal 11 Shofar 1435 Hijriah, Jika ditarik mundur kebelakang tepatnya ke hari kamis tanggal 11 Shofar 1412 hijriah, berarti berjarak 23 tahun, ya 23 tahun, itulah kalkulasi umurku.. sebuah rentetan angka, Sebuah standart kuantitas, menurutku..
23 tahun kurasa waktu yg cukup kenyang untuk menjelajah zaman, melompati waktu, dan menghisap berbagai pengalaman..
Berbagai rasa telah terserap, berbagai cerita telah kukunyah,
Bebagai pesan telah kutelan...
sedih, senang, kecewa, bahagia, tangis, tawa, sesal, bangga, benci, cinta..
Darah, air mata, dan sebagainya..
Tapi, jika diukur dari sisi usia,kudapati diri ini hanya si manusia nol..nol lebih dikit.. Satu setengah tepatnya..
Aku tak melihat angka di usiaku, kecuali 1 setengah itu, yupp, setelah kuhitung2, mungkin hanya itu ukuran yg pas buat usiaku, masa aktif yg ku isi dengan hal yg berharga..
karena usia adalah standart kehidupan yg berkualitas, dari sejak lahir hingga detik ini. Saat aku bercermin saat itu pula aku selalu bertanya kepada bayangan didalam cermin tersebut; kehidupan kamu yg manakah yg berkualitas, kapan itu? Dimana? Berapa lama? Apa yg menyebabkannya berkualitas? Benarkah itu bisa dinamakan berkualitas? Tapi pertanyaan2 itu hanya membentur ruang kosong..
saat ku toleh lagi kebelakang dan ku ingat lagi, ternyata ceritaku penuh dengan kegagalan dibandingkan keberhasilan... Apa yg sudah kulakukan hanyalah hal-hal konyol yang tak berguna..
Kurasa,,,
Tak ada dan belum pernah aku menyajikan sepinggan kebanggaan di altar hati kedua orang tua ku..
Tak ada dan belum pernah aku mempersembahkan prestasi yg bisa disusun dalam almari asa mereka..
Aku selalu menumpahkan tinta yg mereka berikan untuk melukis segurat senyum saja diwajah mereka.
Sekarang, disisa waktu yg ada aku hanya berdo'a, semoga Sang Pemilik waktu memberikan aku kesempatan untuk menyingkap tirai kesalahan dan kebodohan ini supaya bisa menerbitkan pelangi suka cita di ufuq senja mereka...
Dan menutup kisah ini dengan ending sempurna, bukankah suatu cerita ditentukan dari kualita endingnya..?
Semoga saja..Amien*
(Jakarta 151213..Catatan akhir tahun)
Hari ini Ahad tepat tanggal 11 Shofar 1435 Hijriah, Jika ditarik mundur kebelakang tepatnya ke hari kamis tanggal 11 Shofar 1412 hijriah, berarti berjarak 23 tahun, ya 23 tahun, itulah kalkulasi umurku.. sebuah rentetan angka, Sebuah standart kuantitas, menurutku..
23 tahun kurasa waktu yg cukup kenyang untuk menjelajah zaman, melompati waktu, dan menghisap berbagai pengalaman..
Berbagai rasa telah terserap, berbagai cerita telah kukunyah,
Bebagai pesan telah kutelan...
sedih, senang, kecewa, bahagia, tangis, tawa, sesal, bangga, benci, cinta..
Darah, air mata, dan sebagainya..
Tapi, jika diukur dari sisi usia,kudapati diri ini hanya si manusia nol..nol lebih dikit.. Satu setengah tepatnya..
Aku tak melihat angka di usiaku, kecuali 1 setengah itu, yupp, setelah kuhitung2, mungkin hanya itu ukuran yg pas buat usiaku, masa aktif yg ku isi dengan hal yg berharga..
karena usia adalah standart kehidupan yg berkualitas, dari sejak lahir hingga detik ini. Saat aku bercermin saat itu pula aku selalu bertanya kepada bayangan didalam cermin tersebut; kehidupan kamu yg manakah yg berkualitas, kapan itu? Dimana? Berapa lama? Apa yg menyebabkannya berkualitas? Benarkah itu bisa dinamakan berkualitas? Tapi pertanyaan2 itu hanya membentur ruang kosong..
saat ku toleh lagi kebelakang dan ku ingat lagi, ternyata ceritaku penuh dengan kegagalan dibandingkan keberhasilan... Apa yg sudah kulakukan hanyalah hal-hal konyol yang tak berguna..
Kurasa,,,
Tak ada dan belum pernah aku menyajikan sepinggan kebanggaan di altar hati kedua orang tua ku..
Tak ada dan belum pernah aku mempersembahkan prestasi yg bisa disusun dalam almari asa mereka..
Aku selalu menumpahkan tinta yg mereka berikan untuk melukis segurat senyum saja diwajah mereka.
Sekarang, disisa waktu yg ada aku hanya berdo'a, semoga Sang Pemilik waktu memberikan aku kesempatan untuk menyingkap tirai kesalahan dan kebodohan ini supaya bisa menerbitkan pelangi suka cita di ufuq senja mereka...
Dan menutup kisah ini dengan ending sempurna, bukankah suatu cerita ditentukan dari kualita endingnya..?
Semoga saja..Amien*
(Jakarta 151213..Catatan akhir tahun)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar