“never judge a
book from it’s cover”
Ada sosok penyendiri di antara orang-orang yang sedang
bergumul. Ada sosok pendiam di antara sekelompok orang yang sedang
berinteraksi. Ada sosok yang terlihat serius di tengah keadaan yang tenang. Ada
juga sosok yang terlihat acuh di tengah suasana yang tegang. Sosok ini
berbeda,tak seperti kebanyakan orang. Namun ia bukanlah pemalu ataupun seorang
yang berpenyakit , tetapi ia justru sedang memerhatikan. Ia senang
menganalisa keadaan. Ia seorang Introvert.
Pendiam
Introvert hanya tidak berbicara kecuali mereka
memang memiliki sesuatu untuk dikatakan. Mereka membenci basa-basi.
Tapi, jika seorang introvert sedang berbicara tentang sesuatu yang mereka
minati, mereka tidak akan berhenti bicara sampai berhari-hari. , oleh sebab itu
mereka senang dengan perbincangan yang padat dan bersifat informatif.
Bagi Introvert diam bukan berarti tak mengerti atau tak peduli, tetapi mereka menganalisa. Selain itu, biasanya para introvert hanya berbicara seperlunya dan hanya berbicara mengenai apa yang memang ingin mereka bicarakan. . Apabila dua orang Ekstrovert dan Introvert dihidangkan sebuah makan siang dalam waktu yang bersamaan, maka seorang Ekstrovert akan berkata, “Makanan ini enak sekali! Belum pernah saya merasakan yang seenak ini” lalu seorang Introvert akan menjawab, “Iya, enak.”-tidak lebay-. pun dalam hal interaksi. mungkin akan sedikit boring bila interaksi dgn mereka, karena bagi mereka, bahasa hanyalah sarana menyampaikan informsi.Maksudnya, karena merasa tidak punya ‘alasan’, basa-basi agak sulit terfikirkan oleh mreka. jadi,orang introvert akan berbicara jika diharuskan. Mereka juga tak mau menjual senyumnya agar dianggap ramah, karena ramah bagi mereka adalah kesediaan berdialaog dengan disertai kehendak baik dan penghargaan tulus yang disampaikan secara jujur dan wajar kepada pihak lain.
Bagi Introvert diam bukan berarti tak mengerti atau tak peduli, tetapi mereka menganalisa. Selain itu, biasanya para introvert hanya berbicara seperlunya dan hanya berbicara mengenai apa yang memang ingin mereka bicarakan. . Apabila dua orang Ekstrovert dan Introvert dihidangkan sebuah makan siang dalam waktu yang bersamaan, maka seorang Ekstrovert akan berkata, “Makanan ini enak sekali! Belum pernah saya merasakan yang seenak ini” lalu seorang Introvert akan menjawab, “Iya, enak.”-tidak lebay-. pun dalam hal interaksi. mungkin akan sedikit boring bila interaksi dgn mereka, karena bagi mereka, bahasa hanyalah sarana menyampaikan informsi.Maksudnya, karena merasa tidak punya ‘alasan’, basa-basi agak sulit terfikirkan oleh mreka. jadi,orang introvert akan berbicara jika diharuskan. Mereka juga tak mau menjual senyumnya agar dianggap ramah, karena ramah bagi mereka adalah kesediaan berdialaog dengan disertai kehendak baik dan penghargaan tulus yang disampaikan secara jujur dan wajar kepada pihak lain.
Penyendiri
Mereka
selalu butuh waktu untuk menyendiri, menyepi, ini adalah suatu kebutuhan,
bagaikan makanan yang memberi kekuatan kepada si introvert. , mereka sering
kali butuh untuk “meng-charge” diri mereka setelah “lelah” bersosialisasi atau
dalam suasana sosial. Bagi mereka
keramaian membuat tenaga mereka cepat hilang. Oleh karena itu biasanya mereka
hanya sekali-kali berinteraksi, kemudian diam. Ketika sedang stress, introvert
lebih senang menyendiri atau hanya mau berbagi kepada satu atau dua orang yang
mereka percaya. Bagi introvert suasana sepi adalah suasana yang nyaman
dimana mereka bisa mengisi energi mereka.
Introvert sangat nyaman dengan pikiran mereka sendiri. Mereka banyak berpikir. Introvert biasanya merasa rileks di rumah atau di alam, bukan di tempat umum yang penuh kesibukan. Introvert bukan pencari sensasi dan pecandu adrenalin. Jika ada terlalu banyak pembicaraan dan kebisingan terjadi, mereka melemah. Otak mereka terlalu sensitif terhadap neurotransmitter yang disebut Dopamine. . namun, itu bukan anti-sosial atau depresi, bagi mereka menyendiri sama menyegarkannya dengan makan, tidur, atau mandi.
Introvert sangat nyaman dengan pikiran mereka sendiri. Mereka banyak berpikir. Introvert biasanya merasa rileks di rumah atau di alam, bukan di tempat umum yang penuh kesibukan. Introvert bukan pencari sensasi dan pecandu adrenalin. Jika ada terlalu banyak pembicaraan dan kebisingan terjadi, mereka melemah. Otak mereka terlalu sensitif terhadap neurotransmitter yang disebut Dopamine. . namun, itu bukan anti-sosial atau depresi, bagi mereka menyendiri sama menyegarkannya dengan makan, tidur, atau mandi.
Pelamun
Mereka
melamun. Mereka senang memiliki masalah untuk dikerjakan dan teka-teki untuk
dipecahkan. Dengan melamun daya hayal mereka akan bekerja dengan baik. Tapi
mereka juga bisa merasa luar biasa kesepian jika mereka tidak memiliki siapapun
untuk berbagi pencapaian mereka. Mereka menginginkan hubungan yang otentik dan
tulus dengan SATU ORANG pada satu waktu.
Sedikit teman
Introvert
sangat menghargai sedikit teman yang mereka miliki. Mereka bisa menghitung
teman-teman dekat mereka dengan satu tangan. Jika Anda cukup beruntung untuk
dianggap teman oleh seorang introvert, Anda mungkin telah memiliki sekutu setia
seumur hidup. Sekali Anda telah mendapatkan rasa hormat mereka, keberadaan Anda
sangat diterima. jika ada seorang Introvert yang dengan sukarela mengeluhkan
masalahnya kepadamu, maka kau adalah orang yang sangat beruntung. Karena mereka
telah mengategorikan dirimu sebagai seorang teman yang hebat. mereka biasanya
butuh kenyamanan dlm berteman shingga mrk akan terbuka & lepas bila bertemu
orang2 yang cocok dengan diri mereka.
Tenang
Inilah
introvert, pembawaannya tenang, tidak terburu-buru,tidak krasak-krusuk. seorang Introvert dapat bersikap tenang menghadapi
segala tekanan dan permasalahan. Mungkin karena kebiasaan mereka yang
menyendiri sehingga emosi mereka terlatih untuk tetap stabil.
Berpikir kearah subyektif
Introvert adalah orang-orang yang lebih sering melihat
ke dalam, memberi perhatian lebih pada pikiran dan emosinya. dunia batin mereka
terasa jauh lebih merangsang dan bermanfaat bagi mereka. Seorang Introvert
lebih fokus kepada hal yang bersifat psikis daripada fisik. Mereka tidak memperdulikan penampilan anda,
tapi yang jadi catatan mereka adalah
sikap anda pada mereka. Misalkan: pada suatu waktu introvert bertamu kerumah
anda, kebetulan rumah anda sedang acak-acakkan, dan anda sendiri belum mandi.
Anda tak perlu panik, karena ia tak akan mempermasalahkan itu. Tapi akan jadi
masalah jika anda tidak menyambutnya dengan senyum, dan anda memandangnya
dengan tatapan tidak mengaharapkan kehadirannya. Dan harus digaris bawahi
bahwa; para introvert sangat lihai dalam menterjemahkan tatapan mata seseorang.
Sulit membuat hubungan baru
Ibaratkan
sebuah mesin, maka introvert adalah mesin yang lambat panas. Mereka perlu waktu
agak lama untuk mencairkan suasana. Jika anda lama tak bertemu dengan pribadi
introvert ini, dan pada satu kesempatan anda bertemu, anda akan dapati sikap
mereka yang dingin. Jadi jangan anggap mereka sombong.
Menghindari resiko
Introvert
merupakan pribadi yang berhati-hati. Selalu berusaha menghindari resiko. Karena
mereka selalu membaca kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Bagi mereka,
kemungkianan adalah ruang takdir yang tak terbantahkan.
Suka membaca
Berada
dalam kesunyian bersama buku-buku saja, tanpa ketemu satu manusia pun. Intovert
mampu melakukan itu. Bagi mereka rangakaian huruf adalah teman yang sangat
mengasyikkan.
Berpikir dan merencanakan dulu sebelum berbicara dan
bertindak Selalu berpikir sebelum berbicara
adalah suatu naluri lahiriah bagi mereka. Introvert akan berhati-hati saat
menjelaskan pendapatnya, karena mereka tak suka dengan pertikaian yang tak ada
hasil. Oleh sebab itu mereka cenderung menjadi pendengar yang baik. maka jangan
heran jika bertanya pada orang introvert
ia akan berjeda sejenak. karena ia butuh waktu untuk berfikir.
Jaga jarak dengan orang asing
Introvert
bukanlah pribadi yang sok kenal dengan orang asing, meskipun orang asing tersebut sangat familiar. Tapi, jika sudah
terlibat perkenalan, introvert adalah pribadi yang cukup menyenangkan. Meskipun
tidak supel, tapi introvert bisa berteman dengan siapapun.
Dapat dipercaya
Memiliki privasi yang kuat, ‘tidak ember’, mampu
menyimpan rahasia pribadi rapat-rapat.
Butuh alasan dalam tiap
tindakan
Karena
sikap inilah introvert sering dicap lamban, padahal tidak. Mereka hanya mencari
pembenaran dalam setiap keputusannya. Mereka bukanlah pribadi “easy going”,
saya senang maka saya lakukan. Tapi mereka selalu memperhitungkan manfaat dari
tindakannya itu.
Sporadis
Mereka tidak
mengikuti orang banyak. Mereka akan lebih suka dihargai karena cara-cara unik
hidup mereka. Mereka berpikir berdasarkan standar diri mereka sendiri dan
karena itu, mereka sering menantang kebiasaan. Mereka tidak membuat keputusan
berdasarkan pada apa yang sedang populer atau trendi.
Sensitif
Mereka
berfilosofi seperti lebah; hidup di alamnya sendiri. Tidak akan mengganggu siapapun, tapi jangan coba-coba
menyentuh sarangnya, dia siap
bertarung. Jika dalam sepak bola, mereka menerapkan starategi “Defensif counter
attack”. Mereka tidak akan menyakiti orang lain baik dengan perkataan atau
tindakan. Tapi jika mereka disakiti, mereka akan membalasnya dengan lebih
kejam.
Tidak suka dipuji
Mereka
jengah dengan pujian, mereka hanya butuh pengakuan. Pengakuan akan kualitas
diri mereka.
Seorang Introvert tidak pernah
mengategorikan dirinya sebagai sesuatu yang positif ataupun negatif, ia lebih
cenderung menuju netral dalam kehidupannya. Seimbang, seperti Yin dan Yang.
Mereka sosok yang bersahaja. Saat tak dibutuhkan mereka menjadi orang biasa,
namun saat keadaan genting mereka berubah menjadi sosok yang luar biasa.
Mempunyai standar etika yang baik
Sikap ini lahir dari kombinasi antara sifat pendiam
dan tenangnya, hingga menjadikan ia sosok yang kalem, sopan, dan tak banyak
tingkah.
“Terkadang anda harus
memakai topeng, anda tidak bisa tersenyum terus didepan orang banyak, itu tidak
mungkin dilalakukan. Saya tidak bisa
melakukan hal itu.
Ini bukanlah
kepribadian saya, dan orang lain sungguh tidak mengenal saya dengan baik. Saya
terpaksa melakukan ini semua , karena saya tidak ingin semua orang mengenal
pribadi saya. cukup orang-orang terdekat saya saja.
Anda tahu,
seperti teman saya, keluarga saya, adalah orang-orang yang mengenal saya dengan
baik. Sementara orang lain, jujur saja, saya tidak peduli dengan apa yang
mereka pikirkan.”-CR7-
NB: tulisan ini dihimpun dari berbagai artikel dengan
sedikit penambahan.
1 komentar:
essay ny bagus-bagus, keren! (y)
coba baca2 di sini
http://flplubuklinggau.blogspot.com/2013/06/tiga-wanita-dalam-sastra-peluncuran.html
disitu antum bisa banyak belajar lagi, mengenai hal bagaimana kepenulisan yg baik dan benar...
Posting Komentar