SAJAK MELIPIR TEBING
Kuselip kisah2 yang searak belarak pada lidah lidi yang terayun,
hidup selandai tebing tempat memijak tapak kecil tanpa alas;
serentang jala menjaring nasib!
menengadah wajah, bak daun keladi menunggu tetesan embun di laman hati...
siur sepoi hembuskan simponi tembesi, sungai yang tak pernah mengering dalam lenggoknya,,
duduk di bangku masjid menghirup senja di ufuk teluk,
bertengkuluk mengayuh biduk,
menyisir kebun-kebun pasir...
Dan burung layang~layang
riuh rendah bersahut azan.
serentang jala menjaring nasib!
menengadah wajah, bak daun keladi menunggu tetesan embun di laman hati...
siur sepoi hembuskan simponi tembesi, sungai yang tak pernah mengering dalam lenggoknya,,
duduk di bangku masjid menghirup senja di ufuk teluk,
bertengkuluk mengayuh biduk,
menyisir kebun-kebun pasir...
Dan burung layang~layang
riuh rendah bersahut azan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar